Kesalahan Muslimah Saat Berwudhu

0 views

Segala ibadah yang dikerjakan sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Hadist. Karena keduanya adalah landasan hukum semua ibadah dalam Islam. Teman Hijab pun tidak diperbolehkan beribadah dengan merujuk pada opini seseorang, misalnya saat berwudhu. Karena itu, terkadang masih terdapat kesalahan muslimah saat berwudhu.

Sebagai muslimah, Teman Hijab harus memahami landasan hukum agama Islam. Contohnya seperti memahami rukun wudhu sesuai dengan Al Qur’an dan Hadist yang shahih. Namun pada praktiknya, masih ada kesalahan yang dilakukan saat berwudhu, di antaranya yaitu :

Melafalkan niat wudhu

Sebagian orang melafalkan niat wudhu semisal dengan mengucapkan, “nawaitul wudhu’a liraf’il hadatsil asghari lillahi ta’ala” (saya berniat wudhu untuk mengangkat hadats kecil karena Allah Ta’ala) atau semacamnya. Padahal Nabi shallallahu’alaihi wasallam tidak pernah memberikan contoh untuk melafalkan niat sebelum wudhu.

Karena sebenarnya niat merupakan amalan hati dan tidak perlu dilafalkan secara lisan. Dengan adanya itikad dan kemauan dalam hati untuk berwudhu sebelum melakukan shalat atau yang lainnya, maka itu sudah niat yang sah.

Tidak mengucapkan basmalah

Para ulama berbeda pendapat hukum mengucapkan “bismillah” sebelum berwudhu, apakah hal tersebut hukumnya wajib ataukah sunnah.

Melafalkan doa untuk setiap gerakan

Sebagian orang menganggap ada doa khusus yang dibaca pada setiap gerakan wudhu. Yang benar, doa-doa tersebut tidak pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam, dan hanya berasal dari hadits-hadits yang palsu.

Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma’ad (1/195) mengatakan bahwa, “Semua hadits tentang dzikir-dzikir yang dibaca pada setiap gerakan wudhu adalah kedustaan yang dibuat-buat. Tidak pernah dikatakan oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam sedikit pun dan tidak pernah beliau ajarkan kepada umatnya”.

Memisahkan cidukan air untuk berkumur dan istinsyaq-istintsar

Ketika berwudhu, Nabi shallallahu’alaihi wasallam tidak pernah menyontohkan berkumur, memasukan air ke hidung, dan mengeluarkannya dengan cidukan berbeda.

Beliau menyontohkan, ketika berkumur-kumur, istinsyaq, dan istintsar itu dengan satu cidukan kemudian ulang sebanyak 3 kali. Sehingga untuk berkumur-kumur, istinsyaq, dan istintsar hanya melakukan 3 cidukan

Kurang sempurna mencuci kaki, dan juga anggota wudhu yang lain

Terkadang karena kurang serius dalam berwudhu atau karena terburu-buru, Teman Hijab jadi tidak sempurna dalam mencuci kedua kakinya. Nabi shallallahu’alaihi wasallam pernah melihat sebagian sahabat yang ketika berwudhu tidak menyempurnakan mencuci kakinya.

Beliau memperingatkan mereka dengan keras dengan bersabda: “Celaka tumit-tumit (yang tidak tersentuh air wudhu) di neraka” (HR. Bukhari 60, 165, Muslim 240).

Tidak hanya kaki, pada anggota wudhu yang lain juga wajib isbagh (serius dan sempurna) dalam membasuh dan mencuci. Sehingga air mengenai anggota wudhu dengan sempurna.

Like & Share Us On

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *