Membangun Daya Nalar Anak Muslimah Sedini Mungkin

1 views

Anak-anak yang memasuki fase balita, biasanya sudah bisa belajar bernalar lewat kegiatan yang dirancang sesuai tahap perkembangan kognitifnya. Sebagai orang tua, Teman Hijab juga perlu merangsang dan membangun daya nalar anak sedini mungkin. Karena memasuki usia 4 tahun, anak sudah bisa memahami sebab-akibat.

Lingkungan di sekitar rumah bisa menjadi sarana untuk membangun daya nalar anak. Salah satunya dengan mengenalkan konsep angka. Misalnya dengan menghitung jumlah barang yang ada di kamarnya, atau menghitung bunga atau bebatuan yang ada di halaman. Jangan sampai Teman Hijab mengenalkan konsep angka yang terlalu tinggi dan sulit dipahami anak-anak.

Cara penyampaiannya konsep ini pun harus tepat kemampuan sang anak, seperti memberikan contoh dengan sesuatu yang mudah dipahami. Ustadz Kholid Syamsudhi mengatakan, jika ingin mengajarkan anak sholat lima waktu, orang tua dapat memberikan contoh dengan jari-jarinya. Misalkan jari kelingking yang berarti sholat subuh, jari manis untuk sholat dzuhur, jari tengah mewakili sholat ashar, jari telunjuk dan jempol yang mewakili sholat maghrib dan isya’.

Membangun daya nalar anak dengan contoh seperti penggambaran waktu ibadah sholat lima waktu seperti itu akan lebih mudah dipahami oleh anak. Di sinilah peran komunikasi orang tua dan anak sangat dibutuhkan. Karena adanya komunikasi yang baik, membuat daya nalar anak akan tumbuh sesuai dengan usia mereka nanti.

Menjadi orang tua jangan sampai menjadi orang tua yang bodo amat atau tidak peduli dengan pertumbuhan anak. Sikap anak yang tumbuh dengan baik nanti berawal dari usaha orang tua dalam mendidiknya.

Orang tua juga harus memahami usia daya nalar anak. Jangan sampai ketika anak baru memahami pentingnya berbakti kepada orang tua, tetapi sudah diberi informasi yang tidak sesuai dengan fasenya.

Ketika memberikan nasehat kepada anak pun dianjurkan untuk tidak membentak. Harus dengan nada suara yang lebih rendah dan berikan informasi secara jelas tentang kesalahanya. Dengan demikian daya nalar anak akan terbangun dengan sendirinya. Anak akan paham jika dirinya salah, maka dia harus segera meminta maaf.

Like & Share Us On

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *