Muslimah Waspadai 3 Jenis Klien di Tempat Kerja

0 views

Muslimah yang memilih untuk bekerja, sering kali berhadapan langsung dengan kebutuhan klien di tempat kerja. Sehingga memenuhi kebutuhannya pun menjadi bagian dari tanggung jawab Teman Hijab. Namun terkadang tidak semua klien memiliki karakter yang mudah untuk diajak bekerja sama. Kira-kira jenis klien seperti apa sih yang harus Teman Hijab waspadai?

Dalam bekerja, tentu diperlukan kemampuan berkomunikasi yang baik. Demi terjalin hubungan kerja sama dengan beberapa klien muslimah di tempat kerja. Selain itu, agar konsentrasi bekerja tetap fokus, maka Teman Hijab pun perlu mengenal jenis-jenis klien di tempat kerja.

Klien yang hobi menghilang
Komunikasi yang baik dengan klien dapat membantu hasil kerja yang memuaskan. Tapi jika klien sulit dihubungi, tentu akan menghambat pekerjaan kita. Karena akan sangat sulit untuk mendapatkan informasi penting atau meminta approval hasil pekerjaan.

Untuk mencegah terjadinya kondisi seperti ini, mintalah kontak asisten atau rekan kerja klien yang dapat dihubungi. Hal ini hanya untuk berjaga-jaga jika klien sulit dikontak karena sibuk atau tengah bepergian.

Meminta kontak cadangan ini tentu harus dilakukan di awal agar Anda tidak panik jika sewaktu-waktu klien menghilang. Selain itu, Teman Hijab juga perlu melakukan backup seluruh pesan atau riwayat panggilan telepon dengan klien. Ini untuk antisipasi jika klien menyebutkan kalau Teman Hijab tidak pernah menghubunginya.

Klien yang banyak maunya
Sudah direvisi berkali-kali, ternyata masih saja minta tambahan revisi ini-itu. Memang konsumen adalah raja, tetapi bukan berarti Teman Hijab harus menuruti dan tunduk 100%.

Agar tidak terjadi kondisi seperti ini, buatlah batasan yang jelas saat pertama kali membuat perjanjian kerja. Cari tahu sebanyak-banyaknya apa saja yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh klien. Sehingga Teman Hijab tidak perlu lagi bolak-balik bertanya ke klien dan bisa bekerja lebih efisien.

Daftar dos and don’ts ini dapat Anda jadikan sebagai panduan untuk mengerjakan permintaan klien. Teman Hijab juga boleh memberi batasan jumlah revisi yang diminta klien. Namun, hal ini harus dikomunikasikan di awal ya.

Klien dengan trust issue
Kerja sama yang baik tentunya dilandasi dengan kepercayaan. Namun, ada juga klien yang mudah curiga dan sulit percaya orang lain.

Jika Teman Hijab berhadapan dengan klien seperti ini, yang dapat dilakukan adalah mencari tahu penyebab klien kurang percaya dengan Teman Hijab. Mungkin saja klien pernah dikecewakan di project sebelumnya. Atau mungkin klien menganggap Teman Hijab kurang berpengalaman dalam pekerjaan yang diberikan.

Nah, sekarang Teman Hijab sudah paham tentang jenis-jenis klien yang perlu diwaspadai kan? Karena itu tunjukkan bahwa Teman Hijab adalah muslimah yang memiliki kemampuan sesuai dengan keinginan klien.

Like & Share Us On

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *