Parenting

Agar Tak Galau, Ketahui Mitos Dan Fakta Penting Seputar Imunisasi

Banyak mitos seputar imunisasi, yang membuat orangtua ragu memberikan pada anak. Banyak pula orangtua yang memilih menjadi anggota kelompok antivaksin. Imunisasi amat penting bagi kesehatan dan masa depan anak-anak kita. Rekomendasi Badan Kesehatan Dunia atau WHO hanya satu, vaksinasi anak sesuai dengan usia dan kebutuhannya.

Mitos #1 Suntikan vaksin kombo itu tidak aman

Fakta: Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan, vaksin sama aman dan efektifnya saat diberikan sendiri atau bersama-sama, seperti vaksin DPT (Difteri, Pertusis/batuk rejan, dan Tetanus). Vaksin kombo seperti ini terus dikembangkan oleh para ahli. Dengan vaksin kombo, bayi akan semakin sedikit berhadapan dengan jarum, karena sekali suntik, 3 atau lebih penyakit bisa dicegah.

Mitos #2 Suntikan terasa menyakitkan bagi bayi

Fakta: Rasa sakit akibat suntikan itu hanya berlangsung sementara. Penelitian menunjukkan, bayi yang dipeluk atau dialihkan perhatiannya oleh orangtuanya saat disuntik, akan menangis lebih sebentar. Bayi yang segera disusui setelah disuntik, juga merasakan rasa sakit yang lebih sedikit.

Mitos #3 Kalau anak lain sudah divaksin, maka anak saya akan sehat meski tidak divaksin

Fakta: Beberapa orangtua percaya bahwa jika anak-anak lain di sekitar sudah mendapatkan vaksinasi, maka mereka akan sehat dan tak akan menulari anaknya sendiri. Jika satu anak yang tidak divaksin telah kena penyakit, hal ini bisa memicu penyebaran penyakit yang cepat lewat anak yang tak divaksin lainnya. 

Mitos #4 Vaksin tak perlu diulang

Fakta: Beberapa orangtua kadang meremehkan pengulangan vaksin, seperti vaksin DPT. Bayi yang tak mengalami pengulangan vaksin memiliki risiko lebih tinggi terpapar penyakit. Pengulangan diperlukan agar antibodi bayi terhadap penyakit tertentu akan menurun seiring berjalannya waktu. 

Mitos #5 Vaksin mengandung babi

Fakta: Ikatan Dokter Anak Indonesia, menegaskan  bahwa vaksin tidak mengandung babi. Menurut IDAI, untuk membentuk produk vaksin, bahan vaksin ini diproses melalui pemurnian serta penyaringan sebelum menjadi vaksin. Pada hasil akhir vaksin, sama sekali tidak terdapat bahan yang mengandung enzim babi. Intinya, vaksin telah dicuci bersih dengan bahan kimia jutaan kali hingga akhirnya menghasikan vaksin bebas dari zat haram.


Jadi, pilih kelompok provaksin atau kontravaksin Teman Hijab? Pilih yang terbaik ya untuk anak.

Nailil Izza, 26th Vlogger/Influencer

“Your attitude shows how big your value is.”


BERI KOMENTAR